Bagai garam dalam bayam
Seperti tinta pada pena
Laksana oksigen dalam angin
Bak pembuluh pada darah
Dulu fajar bagai butiran duka
Kini senja laksana siluet teduh
Kelak, tiap malam kutitipkan doa-doa
Menembus lazuardi yang temaram
Kita bersama bagai rantai-rantai
Di tengah buah yang ranum-ranum
Bahkan di malam yang merintih-rintih
Namun kita tetap berkobar-kobar
Karena aku bisa merasakannya
Karena kau pandai mendekapnya
Karena kita lihai mengasahnya
Dia, ukhuwah islamiyah
No comments:
Post a Comment